Belajar Pengelolaan Bisnis dari Brand “WARDAH” Usaha Rumahan yang berkembang jadi Perusahaan Multi nasional

Dewasa ini siapa yg tidak kenal dengan brand “Wardah” sebuah merk kosmetik yang saat ini telah menjadi perawatan kulit nomor 1 di Indonesia.  Siapa sangka brand yang ada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation (PTI)  yang sekarang memiliki pabrik seluas 20 hektar dan karyawan lebih dari 10.000 orang tersebar di seluruh Indonesia ini, dahulunya berangkat dari Home Industry atau industry rumahan dengan omset hanya 2 jutaan per bulan.

Sosok inspiratif dibalik keberhasilan ini adalah Dra. Nurhayati Subakat, Apt, founder sekaligus pemilik dari brand yang lekat dengan “Halal Cosmetics” yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu Beauty Industry terbesar di Indonesia. Memiliki latar belakang pengalaman kerja di bidang industry kosmetik serta Latar belakang Pendidikan Apoteker ITB menjadi bekal Ibu Nurhayati Subakat untuk mantab memulai usaha di bidang yang sama. Dilansir dari CNBC News Ketika wawancara eksklusif dengan Ibu Nurhayati wanita yang juga masuk dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh di Asia versi Forbes , ada beberapa hal yang beliau terapkan selama menjadi pelaku bisnis, diantaranya adalah:

1. Meski dimulai dari bisnis rumahan namun Legalitas Produk harus tetap ada

Sejak awal didirikan brand wardah sudah dalam bentuk PT dan produk sudah di daftarkan ke BPOM. Sejak awal industry ini sudah menekankan konsep membuat barang berkualitas bagus harga bersaing dan konsep itu terus diterapkan sampai sekarang. Industri rumahan ini memulai dari produk perawatan rambut untuk salon-salon. Tak disangka, kurang dari satu tahun semua salon di daerah Tangerang sudah memakai produk dari Ibu Nurhayati. Setelah tumbuh, di tahun 1995 barulah mulai untuk membuat produk Wardah karena waktu itu belum ada produk halal untuk memenuhi kebutuhan Muslimah.

2. Menerapkan postioning produk yang tepat agar bisnis terus berkembang

Wardah hadir di Tengah Masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah muslim. Saat itu belum banyak merk kosmetik halal dan lebih didominasi oleh brand-brand barat. Owner menganalisa waktu itu belum ada produk halal dan banyak kebutuhan para muslimah bagaimana mereka aman menggunakan kosmetik.

Terbukti dengan branding Halal Cosmetics Wardah Pada 2009 setelah re-branding besar-besaran, Setelah itu penjualan naik terus, bahkan di tahun 2012 pernah sampai mencapai 100%. 

3. Melakukan inovasi produk dan support dari Tim yang berbakat

Wardah dan brand-brand lain di bawah naungan PT Paragon Technology & Innovation seperti Make Over, Emina, Putri menjadi brand kecantikan lokal yang memimpin pasar saat ini. Hal ini tidak lepas dari strategi inovasi yang dilakukan Tim dari Paragon yaitu dalam satu tahun itu minimum 100 item produk baru harus dilaunching dari semua brand. Selain itu potensi tim yang berbakat sangat diperlukan baik dari sisi engineering, product developmentmarketing, maupun bagian lain yang terkait dengan inovasi produk.

4. Menerapkan culture atau budaya kerja selaras dengan visi misi Perusahaan

Culture yang diterapkan sangatlah penting untuk dibentuk sejak awal karyawan masuk dan menjadi bagian dari Perusahaan. Saat karyawan sudah tambah banyak PT Paragon membuat agent of changes agar culture ini tetap terjaga, diantaranya adalah: ketuhanan, kekeluargaan, tanggung jawab, fokus pada pelanggan, dan inovasi. Kemudian Bu Nurhayati juga menekankan pentingnya keteladanan dan customer focus. Sebagai owner beliau juga memberikan contoh keteladanan melalui selalu bekerja disiplin, kerja keras, dan mengutamakan kejujuran.