• Akad Transaksi Tidak Mengandung Maysir, Riba, dan Gharar
    Salah satu tujuan dari bisnis syariah adalah mencari keberkahan dan ridha dari Allah SWT. Untuk mencapai tujuan tersebut maka, segala sesuatu harus sudah jelas sejak awal dan diniatkan untuk kebaikan. Kejelasan suatu transaksi syariah dijelaskan dalam suatu Akad.  Akad syariah adalah kesepakatan dilakukannya transaksi syariah antara pihak–pihak yang terkait dalam transaksi tersebut.
    Maka, bisnis Syariah mengharuskan Anda untuk tidak mempraktikkan unsur Maysir (untung-untungan yang menjurus ke arah perjudian), Riba (tambahan keuntungan dengan cara tidak sesuai Syariah), dan Gharar (ketidakpastian).
    Lebih jauh mengenai Riba, ini adalah jenis pelarangan yang paling umum dipahami oleh masyarakat tentang transaksi Syariah.
    Ada beberapa jenis riba yang tentunya tidak boleh diterapkan selama Anda merintis bisnis syariah. Agar tetap sesuai dengan syariat Islam, riba pertama yang harus dihindari adalah Riba Qardh yaitu suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang. Contoh Riba Qardh adalah penerapan bunga terhadap proses utang piutang dalam bisnis, sehingga jenis riba ini harus dihindari.
    Kedua, Riba Nasiah terjadi adalah riba yang terjadi karena adanya pembayaran yang tertunda pada akad tukar menukar dua barang yang tergolong komoditi ribawi (emas, perak, kurma, gandum dan garam), baik satu jenis atau berlainan jenis dengan menunda penyerahan salah satu barang yang dipertukarkan atau kedua-duanya.
    Kemudian, riba ketiga adalah Riba Fadhl yaitu apabila terjadi pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan termasuk kedalam barang ribawi. Contoh: Seseorang menukarkan 10 gram emas (jenis 916) dengan 12 gram emas. Bisnis syariah tidak boleh melakukan proses jual beli yang tidak adil dari segi kualitas dan kuantitas.
    Keempat, Anda juga tidak boleh menerapkan Riba Yad, di mana tidak ada kejelasan harga transaksi selama proses jual beli berlangsung.
    Itulah 4 jenis riba yang harus Anda perhatikan dan tidak boleh ada dalam setiap bisnis syariah yang dijalankan.