SURAKARTA – Beberapa tahun lalu, Northvolt adalah “anak emas” industri hijau Eropa. Didirikan oleh mantan eksekutif Tesla, perusahaan ini menjanjikan kemandirian energi bagi Benua Biru dengan ambisi membangun pabrik baterai raksasa (gigafactory). Dukungan dana mengalir deras dari Volkswagen, Goldman Sachs, hingga BMW.
Namun, hari ini narasi tersebut berubah menjadi peringatan keras bagi seluruh pengusaha di dunia. Northvolt secara resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan (Chapter 11) di Amerika Serikat. Raksasa yang digadang-gadang menjadi penantang dominasi China ini justru tumbang di bawah beban ambisinya sendiri.
Mengapa perusahaan dengan modal triliunan rupiah dan dukungan politik setingkat negara bisa gagal? Jawabannya klasik: Ekspansi yang agresif tanpa didasari oleh kekuatan sistem organisasi yang stabil.
Jebakan “Ambition Over Capacity”
Northvolt melakukan kesalahan fatal yang sering dialami UKM yang sedang scale-up di Indonesia: melakukan ekspansi besar-besaran sebelum “dapur” produksinya benar-benar rapi.
Kegagalan Target Produksi: Northvolt Ett, pabrik utamanya di Swedia, gagal mencapai target kapasitas produksi karena masalah teknis dan kontrol kualitas.
Pembatalan Kontrak: BMW membatalkan pesanan senilai €2 miliar ($2,1 miliar) pada Juni 2024 karena Northvolt tidak mampu mengirimkan sel baterai tepat waktu sesuai standar kualitas korporasi.
Dalam kacamata AOS (Aligning Organization System), Northvolt mencoba melompat ke Fase 3 (Business Impact & Expansion) sebelum menyelesaikan Fase 1 (Sistem) secara sempurna. Akibatnya, terjadi kekacauan operasional yang bersifat sistemik.
Menurut studi dari McKinsey & Company mengenai industri manufaktur skala besar, fase ramp-up (peningkatan produksi) adalah masa paling berbahaya bagi sebuah perusahaan. Jika SOP belum teruji (proven) di skala kecil namun sudah dipaksa ke skala masif, maka kesalahan sekecil apapun akan teramplifikasi menjadi kerugian miliaran dolar.
Jurnal internasional “Journal of Energy Storage” menyoroti bahwa kompleksitas kimiawi baterai membutuhkan tingkat presisi tinggi. Northvolt mengabaikan hal ini dengan terus membangun pabrik baru di Jerman dan Kanada secara simultan, padahal masalah di pabrik pusat belum tuntas.
Mari kita bedah kejatuhan Northvolt menggunakan 3 Parameter Kesuksesan ASA:
Berdasarkan dokumen AOS Fase 1, indikator pokok SOP adalah Efisiensi, Konsistensi, dan Minimalisasi Kesalahan. Northvolt gagal di ketiga hal ini. Tingkat limbah (scrap rate) di pabrik mereka dilaporkan sangat tinggi, yang berarti proses produksi mereka belum mencapai standar korporasi yang efisien.
Northvolt merekrut ribuan karyawan dari seluruh dunia dalam waktu singkat. Tanpa sistem Train The Trainer (#12) dan Internalisasi Budaya yang kuat, terjadi kesenjangan kompetensi yang lebar. Budaya Speed mereka tidak dibarengi dengan Amanah pada kualitas teknis.
Dalam materi Akad Syirkah ASA, kita diajarkan bahwa modal bukan hanya soal uang, tapi kemampuan mengelola. Northvolt memiliki Rabbul Mal (pemodal) yang kuat, namun Amil (pengelola) gagal memberikan laporan transparansi operasional yang akurat, sehingga investor kehilangan kepercayaan.
Kisah Northvolt adalah cermin bagi pengusaha di Indonesia yang terlalu bernafsu membuka banyak cabang atau melakukan diversifikasi bisnis padahal sistem di bisnis utama masih “berdarah-darah”.
Pelajaran Utama:
Tragedi Northvolt mengajarkan kita bahwa besar tidak selalu berarti kuat. Tanpa sistem organisasi yang selaras (aligned), modal sebesar apapun hanya akan habis terbakar oleh inefisiensi. Sejarah mencatat bahwa pemenang sejati bukanlah yang paling cepat berlari, tapi yang memiliki pondasi paling stabil saat badai datang.
Apakah Anda sedang dalam fase ingin mengekspansi bisnis? Apakah Anda yakin “dapur” organisasi Anda sudah siap menampung beban kerja yang 10x lebih besar?
Jangan biarkan ambisi Anda menjadi bumerang.
Kami di ASA Consulting hadir untuk memastikan bahwa ekspansi bisnis Anda bersifat “Success By Design”, bukan berdasarkan keberuntungan semata. Melalui metode Aligning Organization System (AOS), kami membantu Anda merapikan 12 Sistem Utama perusahaan, membangun tim Ring 1 yang tangguh, hingga memastikan setiap rupiah ekspansi Anda didasari oleh data keuangan yang akurat.
Tunggu apalagi, konsultasikan dengan tim ASA Consulting untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait Layanan Mentoring Aligning Organization System (AOS) ASA Consulting di bisnis Anda.